Senin, 03 Desember 2012

Penampakan UFO di Indonesia

Penampakan UFO di Indonesia

UFO di Gunung Agung, Bali, 1973. Foto UFO pertama di atas Indonesia dibuat oleh wisatawan Jepang, Ryo Terumoto, pada 17 Agustus 1973. Sekitar pukul 14.00 siang, dari mobil ia memotret Gunung Agung di Bali.

Setelah fotonya dicetak, ia terkejut melihat adanya sebuah benda berbentuk cakram yang melayang di depan gunung tersebut. Ketika memotret ia tidak memperhatikannya. Fotonya kemudian dimuat di majalah Hito to Nippon (Orang dan Jepang) terbitan Maret 1974 dengan judul “Piring Terbang di Atas Pulau Bali?”




UFO di lepas Pantai Cilamaya, Jawa Barat. Waktu itu sekitar pukul 15.00, Ir. Tony Hartono Rusman sedang melepas lelah, sehabis makan siang di Quarters Platform pada lantai III kompleks menara pengeboran minyak lepas pantai di ladang minyak Arjuna, 83 km dari pantai Cilamaya, Karawang, Jawa Barat. Tiba-tiba perhatian Tony tertarik pada titik hitam di atas cakrawala yang menuju ke arah ladang minyak dengan bentuk lonjong dan berwarna merah tua. Pada jarak sekitar 10 km, benda itu membelok dengan tajam dan menjauh lagi, sehingga membuat lintasan seperti bumerang. Di kejauhan, benda itu naik vertikal ke atas dan hilang dari pemandangan. Tony waktu itu sedang menyandang sebuah kamera Olympus, dan dengan cepat ia menyetel dan membidikkannya ke arah benda yang muncul tidak lebih dari satu menit itu. Semula Tony tidak sadar bahwa benda yang diabadikannya itu adalah sebuah UFO. Setelah film itu dicuci, tampaklah UFO di atas tanker minyak Arco Arjuna, yang kini sudah menjadi terkenal di seluruh dunia.

 Penampakan UFO di Porong. Hari itu tanggal 27 Juni 1977 jam 18.15 WIB, Dr. Ir. Aryono Abdulkadir bersama dua orang rekannya masing-masing Ir Rudianto Ramelan dan Ir. Ananda Soeyoso sedang melakukan perjalanan dari Surabaya ke arah Malang. Langit terang penuh dengan warna merah senja karena matahari baru saja terbenam. Tiba-tiba di suatu tempat, di antara Gempol Porong, salah seorang di antaranya melihat benda langit yang menarik perhatian di sebelah barat jalan raya. Dr. Ariono yang memang pada dasarnya senang mengamati gejala-gejala seperti itu, mengira benda langit itu sebagai meteor. Segera ia keluar dari mobil sambil menyiapkan alat fotonya untuk mengambil gambar meteor tadi. Dua kali dijepretkan. Tiba-tiba saja terjadi hal yang mengejutkan. Benda langit tadi membelok tajam hampir sembilan puluh derajat ke arah selatan, meninggalkan trail yang nampak pada mata seperti bunga api.



 Salatiga, 2003. Pada hari Minggu, 12 Oktober 2003, saya dan teman saya Adit (juga dari Ekonomi tapi 3 tahun lebih tua dari saya) yang mengambil gambar pemandangan di sekitar Salatiga untuk website kami. Kami mengambil gambar dari sebuah gedung bank yang tidak terpakai dari Bank BHS. Setelah kami mengambil puluhan gambar di sekitar gedung, tiba-tiba teman saya menunjuk ke jarak dan berteriak "11 ... 11 ..." (Aku sedang bersiap-siap untuk mengambil gambar dari Gunung Ungaran). Aku melihat ke arah jam 11'o dan melihat bahwa ada sesuatu yang bersinar ...? atau mungkin aku harus mengatakan 'berkedip' Saya pikir itu di atas Danau RawaPening. Ini seperti langit terdistorsi dan aku bisa melihat sesuatu ... aneh? Lalu aku hanya tekan tombol rana dan mengambil gambar tanpa memiliki kesempatan untuk mengatur fokus kamera. Saya kecewa ketika aku bersiap-siap untuk mengambil gambar lain, 'hal' atau harus saya katakan 'obyek' adalah seperti berubah warna untuk transparrent sehingga dalam sekejap langit hanya tampak kosong.

 Graha Yasa Asri, Depok, 26 Juni 2005. Minggu, 26 Juni, 2005 at 17.50 pm, adalah hari keberuntungan saya atau apa, Ketika putri saya mengatakan kepada saya sesuatu di langit, aku keluar, Beberapa orang (tetangga saya) sudah melihatnya, jadi aku cepat mencari dan memindai mata saya ke langit, sepertinya bagi saya "sesuatu seperti meteor turun ke bumi dan terbakar", jadi aku cepat masuk ke dalam, saya mengambil camcorder DVD, dan Rekam di atasnya, hanya untuk beberapa detik, tapi aku! Setelah berbicara apa yang terjadi pada tetangga saya, maka saya memutuskan Untuk transfer ke pc saya, karena untuk menghapus dan menulis berkali-kali pada dvd-rw disc saya, sehingga hasilnya adalah bingkai beberapa beku, tapi aku punya master masih pada saya dvd-rw, sehingga masih berfungsi dengan baik dan lebih baik daripada menangkap saya di pc yang saya dibagikan kepada Anda semua ..., banyak saksi yang Anda bisa meminta, karena mereka adalah tetangga saya ......... itu tidak ada suara, tidak menyentuh tanah baik, di akhir klip, yang merupakan rumah atap saya, Anda dapat menghitung seberapa besar hal itu ... saya menonton di TV, tidak ada kecelakaan pesawat atau meteor menghantam bumi hari itu, karena jika itu meteor, yang harus menjadi besar meteor, dan dapat menyebabkan begitu banyak masalah, korban dan gempa bumi .... Jadi saya tidak tahu apa itu ...... Tapi Sebelum Langsung Ke kesimpulan apapun, silahkan melakukan penelitian, mengumpulkan bukti-bukti lebih, mengajukan beberapa saksi di daerah saya, kemudian setelah itu diambil nya, sampai dengan Anda untuk mengatakan apa pun yang Anda inginkan ...

 Pekanbaru Didatangi Benda Mirip UFO (2007). Doris, melihat benda pada Sabtu Malam sekitar pukul 19.00 WIB, ia berdiri di depan teras rumahnya, dan secara tak sengaja melihat benda yang semula ia kira bintang. Namun setelah diperhatikan agak lama, benda tersebut bukan bintang dan bukan pula sebuah pesawat yang tengah mengudara di malam hari. Karena penasaran, Doris pun segera memanggil keluarganya serta warga sekitar serta berinisiatif dengan mengabadikan benda tersebut memakai kamera.

Depok, Jakarta, 30 April 2007. Gambar ini diambil dengan kamera Nokia 9500 Night Mode. Jadi, bintik-bintik seperti cahaya itu sebenarnya distorsi kamera, bukan bintang-bintang. Yang terlihat hanyalah 2 cahaya obyek tersebut. Tidak ada bintang yang tampak karena tertutup awan! Jalur lintasan udara di atas (diambil di daerah Kukusan Beji UI Depok) ini sebenarnya jarang dilintasi oleh pesawat. Inilah yang membangkitkan rasa penasaran. Kejadian awalnya sebenarnya ditangkap oleh seorang penjaga warung. Menurutnya, dia melihat 3 obyek terbang yang sepertinya terbang berputar. Kemudian, satu obyek (obyek ke-3 dalam gambar) sudah terbang tinggi, 2 sisanya masih terbang rendah dengan cahaya lampu yang tidak lazim warnanya dan terang. Di sinilah langsung gambar dipotret. Belum pernah terlihat ada pesawat dengan besar cahaya seperti itu sebelumnya dan cahayanya tidak berkedip. Anehnya lagi, tidak terdengar suara apapun, padahal gerak obyek terlihat relatif cepat karena obyek menghilang hanya dalam 1-2 menit. Sebelum menghilang, obyek terlihat terhenti, dan kemudian cahayanya makin kecil dan menghilang. Apakah ada pesawat Indonesia yang seperti itu? Ini yang menjadi pertanyaan dan masih menjadi teka-teki. Kedua obyek yang tertangkap kamera sebenarnya terhitung dekat, karena posisinya di bawah awan. Artinya, bila obyek tersebut pesawat dunia, suaranya pasti terdengar. Atau ada yang tidak bersuara sama sekali?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar